AS Siapkan Pengumuman Kesepakatan Nuklir Sipil dengan Arab Saudi
Amerika Serikat akan mengumumkan kesepakatan nuklir sipil dengan Arab Saudi, memberikan akses program nuklir di tengah...
Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan akan segera mengumumkan kesepakatan penting dengan Arab Saudi yang akan memberikan akses negara tersebut terhadap program nuklir sipil. Rencana pengumuman ini dijadwalkan pada hari Rabu, 22 Juli 2026, waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran. Menurut laporan dari kantor berita AFP, yang mengutip dua pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya, kesepakatan ini direncanakan untuk ditandatangani oleh pemerintahan Trump. Hal ini dilaporkan oleh New York Times pada Selasa, 21 Juli 2026. Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini diharapkan akan memberikan miliaran dolar untuk industri nuklir di Amerika Serikat. Kesepakatan ini dirancang untuk berlangsung selama 30 tahun dan mencakup ketentuan yang mengharuskan perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi, jika hasil studi bersama menunjukkan bahwa langkah tersebut dianggap perlu. Namun, kesepakatan ini tidak lepas dari kritik. Beberapa anggota Kongres dari kedua partai politik serta pejabat Israel telah menyatakan kekhawatiran tentang proyek nuklir sipil ini, mengingat potensi penyalahgunaannya untuk pengembangan senjata nuklir di masa mendatang. Diperkirakan bahwa kesepakatan ini akan diajukan ke Kongres AS dalam waktu dekat, meskipun persetujuan dari Kongres tidak diperlukan untuk mengesahkan kesepakatan tersebut. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, dengan Houthi di Yaman mengancam akan memperluas konflik. Mereka telah mengumumkan rencana untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Saudi, yang menandakan kemungkinan eskalasi lebih lanjut dalam pertempuran yang telah berlangsung lama. Arab Saudi dan Houthi saling terlibat baku tembak minggu lalu, sebuah insiden yang menjadi yang pertama dalam beberapa tahun terakhir dan mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang telah ditetapkan sejak tahun 2022. Sumber Detik.com
Tirani Totalitas