Asap Karhutla Terdeteksi di Jakarta, BMKG Imbau Warga Antisipasi Paparan
BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla di atmosfer Jakarta. Warga diimbau memantau kualitas udara dan menyesuaikan...
JAKARTA, 17 Oktober 2026 — BMKG mengimbau warga Jakarta mengantisipasi paparan asap kebakaran hutan dan lahan setelah sebarannya terdeteksi di atmosfer Ibu Kota pada Jumat (16/10). Pemantauan menggunakan satelit Himawari 9 dilakukan pada pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB. Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan kepada CNBC Indonesia bahwa Jakarta masuk wilayah yang terpantau memiliki sebaran asap. Namun, keberadaan asap dalam citra satelit belum menunjukkan secara langsung konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup warga. Pantau Kualitas Udara dan Sesuaikan Aktivitas Dalam panduan yang diberitakan CNBC Indonesia, warga diminta rutin mengecek indeks kualitas udara atau AQI serta konsentrasi PM2.5. Informasi dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, maupun aplikasi pemantau udara terpercaya, dengan pembatasan kegiatan luar ruangan ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Jika tetap harus berkegiatan di luar, warga diimbau memakai masker berfiltrasi tinggi seperti N95, KN95, atau KF94. Panduan tersebut menyebut masker kain biasa tidak efektif untuk menyaring partikel mikro asap karhutla, serta menyarankan penundaan olahraga berat di luar ruangan karena peningkatan laju napas dapat memperbesar jumlah partikel yang terhirup. Perlindungan Kelompok Rentan dan Udara Rumah Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung memerlukan perhatian tambahan untuk mengurangi paparan udara luar. Kelompok yang disebut dalam panduan itu termasuk penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Untuk mengurangi masuknya asap ke rumah, pintu dan jendela disarankan ditutup rapat, disertai penggunaan pemurni udara apabila tersedia. Panduan itu juga menganjurkan penambahan konsumsi air putih untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan dan membantu meredakan iritasi. Warga diminta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk menetap, sesak napas, mata perih atau memerah, sakit tenggorokan, pusing, maupun nyeri dada. Imbauan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi dampak buruk kualitas udara yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut. Sebaran Asap Meluas ke Sejumlah Wilayah Pada pemantauan Jumat pukul 16.00 WIB, asap terdeteksi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung. Wilayah lain yang disebut ialah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Utara. Sebaran di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, serta kelima provinsi di Kalimantan tersebut bergerak ke arah barat laut–timur laut. Sementara itu, asap di Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur bergerak ke selatan–barat daya, sedangkan asap lintas batas dari Sumatera dan Kalimantan mengarah ke Semenanjung Malaysia serta Singapura. Sumber: CNBC Indonesia . Poster merupakan ilustrasi AI.
Tirani Totalitas