BNPP Percepat Pembangunan PLBN Long Midang untuk Kuatkan Perbatasan RI-Malaysia

BNPP Percepat Pembangunan PLBN Long Midang untuk Kuatkan Perbatasan RI-Malaysia

BNPP RI mempercepat pembangunan PLBN Long Midang di Kalimantan Utara untuk memperkuat kehadiran negara dan meningkatkan...

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia tengah mempercepat pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang yang terletak di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran negara serta meningkatkan pelayanan, pengawasan, dan konektivitas di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Pada Senin, 20 Juli 2026, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin, didampingi oleh Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara, Siti Metrianda Akuan, melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan. Peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan lahan, aksesibilitas, ketersediaan material konstruksi, serta dukungan infrastruktur yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan PLBN. Nurdin menegaskan bahwa pembangunan PLBN Long Midang sangat krusial mengingat aktivitas lintas batas yang meningkat di wilayah tersebut. Saat ini, jumlah pelintas yang melintasi perbatasan mencapai 1.000 hingga 3.000 orang setiap bulan, dengan pergerakan kendaraan rata-rata mencapai 20 unit setiap harinya. Di sisi Malaysia, Pos Kawalan Imigresen Ba' Kelalan telah beroperasi, dan konektivitas menuju kawasan perbatasan terus dikembangkan. Nurdin menambahkan, "Pembangunan PLBN Long Midang menjadi semakin mendesak karena aktivitas orang dan barang berlangsung setiap hari. Negara harus hadir dengan pelayanan dan sistem pengawasan lintas batas yang terpadu untuk memastikan perlintasan berlangsung aman dan tertib." PLBN Long Midang adalah bagian dari penerapan Sistem Gerbang Negara Indonesia (SGNI), yang bertujuan untuk mengintegrasikan fungsi kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan keamanan dengan pelayanan publik serta pengembangan kawasan perbatasan. Nurdin menjelaskan, "Gerbang negara harus mampu menjalankan fungsi menjaga kepentingan dan keamanan negara sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang legal dan produktif bagi masyarakat perbatasan." Tim BNPP RI juga melakukan peninjauan bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengevaluasi kondisi lokasi dan ketersediaan material konstruksi. Mengingat karakteristik geografis Krayan yang berada di pegunungan dengan akses logistik terbatas, pemerintah berkomitmen untuk mengoordinasikan berbagai solusi agar pembangunan dapat berlangsung lebih cepat. PLBN Long Midang diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan, mendukung distribusi komoditas unggulan seperti beras Adan dan garam gunung, serta memperkuat hubungan perdagangan yang legal dengan Ba' Kelalan, Malaysia. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengungkapkan bahwa kunjungan BNPP RI menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan PLBN Long Midang. "Ini adalah tahapan penting agar pembangunan dapat segera direalisasikan," ujarnya. Ke depan, pembangunan PLBN Long Midang akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan sekitarnya sesuai rencana tata ruang kawasan perbatasan negara, menjadikannya sebagai gerbang negara yang memperkuat kedaulatan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan. Sumber Detik.com

Tirani Totalitas