Dirut Bulog Sebut Stok CBP 4,7 Juta Ton di Pertengahan September
JAKARTA, 21 SEPTEMBER 2026 — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok cadangan beras pemerintah...
JAKARTA, 21 SEPTEMBER 2026 — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog hingga saat ini mencapai 4,722 juta ton per 14 September 2026. Rizal mengungkapkan jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan stok sebelumnya yang berada pada kisaran 5,4 juta ton karena adanya penyaluran berbagai program pangan pemerintah sepanjang tahun berjalan. "Total stoknya beras Bulog sekarang yang ada di gudang sudah turun, yang kemarin 5,4 juta ton, sekarang tinggal 4,722 juta ton. Karena sudah banyak yang didistribusikan," kata Rizal di Jakarta, Senin, saat menerima kunjungan kerja Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini bersama jajaran di Pusat Komando dan Pengendalian Bulog terhadap penanganan pangan korban gempa NTT. Dia menyampaikan penurunan stok itu terjadi setelah Bulog menyalurkan bantuan pangan beras bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada tahap pertama di Februari dan Maret 2026 dengan kebutuhan sekitar 600 ribu ton. Selain itu, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 yang jumlahnya mencapai hampir 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah Cepat Mitigasi dan Penanganan Yang mana, setiap keluarga penerima manfaat akan menerima beras sebanyak 10 kilogram setiap bulannya. Untuk penyaluran tahap kedua, pemerintah telah menetapkan distribusi bantuan beras itu dikerjakan secara serentak atau dirapel, sehingga September dapat segera rampung. Selain itu, Rizal menjelaskan pihaknya juga penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak awal tahun hingga September 2026 telah mencapai sekitar 800 ribu ton. Ia menjelaskan, tingginya penyaluran itu menunjukkan cadangan beras pemerintah terus dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung stabilisasi harga beras di masyarakat. "Jadi keluarnya cukup banyak, alhamdulillah ini untuk menjaga stabilitas harga beras di masyarakat," ucap Rizal. Meski stok berkurang akibat penyaluran program pangan, Bulog tetap menjamin kualitas cadangan beras pemerintah terjaga melalui pengelolaan penyimpanan yang dikerjakan secara berkelanjutan. Pemerataan Layanan dan Koordinasi Lintas Sektor Bulog menerapkan sistem pemeliharaan bertahap dan berjenjang dengan pemeriksaan kondisi beras secara rutin mulai dari pengecekan harian, mingguan, bulanan hingga evaluasi setiap semester. Sistem itu dikerjakan untuk menjamin kondisi beras tetap baik selama masa penyimpanan dengan memperhatikan tata letak serta pengaturan posisi beras di gudang Bulog. Rizal mengatakan rotasi penyimpanan menjadi bagian penting dalam menjaga mutu karena beras yang berada di bagian bawah maupun atas gudang harus tetap mendapatkan perlakuan pemeliharaan. Namun, terhadap sebagian beras yang mengalami penurunan mutu setelah masa penyimpanan lebih dari delapan bulan, Bulog melakukan langkah hilirisasi menjadi bahan baku tepung beras. Ia menjelaskan keputusan pemanfaatan beras turun mutu itu telah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama pemangku kepentingan terkait. Berdasarkan keputusan itu, sekitar 380 ribu ton beras turun mutu akan dialihkan untuk produksi tepung beras melalui mekanisme lelang. Kesejahteraan Masyarakat dan Ketahanan Daerah Rizal juga menjamin penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) terus berlangsung sepanjang tahun untuk menjaga harga, memperkuat cadangan, serta ketahanan pangan nasional. “Penyerapan gabah yang kami lakukan merupakan penugasan negara. Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, Bulog akan terus hadir menjalankan tugas itu secara konsisten sepanjang tahun,” kata Rizal. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas