Disbudpar Jatim Siapkan Sanksi untuk Runner Up Raka Tio Ferdian
Disbudpar Jawa Timur siapkan sanksi pencabutan gelar untuk Tio Ferdian terkait dugaan permintaan aborsi yang viral di...
Jagat maya dihebohkan oleh kabar mengenai Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Jawa Timur 2026, yang diduga meminta pacarnya untuk melakukan aborsi. Isu ini mencuat dan viral di media sosial, terutama di Instagram dan Threads. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan bahwa gelar yang disandang Tio bisa dicabut jika semua bukti terkait dugaan ini telah terkumpul. "Nanti hari Selasa kami akan membuat sidang, jadi keputusan akan kami sampaikan setelahnya. Namun, sanksi terberat adalah pencabutan gelar dan pencoretan nama dari Ikatan Raka Raki," jelas Evy kepada detikJatim. Evy menambahkan bahwa pihaknya bersama juri dan Ikatan Raka Raki Jatim telah melakukan pemanggilan terhadap Tio. Saat ini, proses pengumpulan bukti sedang berlangsung. "Kami sudah memanggil dan melakukan beberapa tahapan. Setelah isu ini mencuat, teman-teman dari Ikatan Raka Raki langsung bergerak untuk memverifikasi informasi tersebut," ungkapnya. Investigasi yang dilakukan oleh Disbudpar Jatim melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota setempat. Evy menegaskan bahwa mereka sedang melakukan konfirmasi dan verifikasi lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Di media sosial, akun @ingintauindonesia membagikan pesan WhatsApp yang diduga antara Tio dan pacarnya mengenai rencana aborsi. Dalam percakapan tersebut, terdapat pembicaraan tentang kemungkinan melakukan aborsi di Singapura untuk menghindari sanksi sosial. Kasus ini juga mendapat perhatian dari Ikatan Raka Raki Jawa Timur yang merilis pernyataan sikap pada 8 Agustus 2026. Mereka mengecam segala bentuk kekerasan dan menjanjikan tindakan tegas terhadap anggota yang terlibat. "Kami berkomitmen untuk menindak terduga pelaku sesuai aturan internal yang berlaku, dengan tetap menghormati proses investigasi. Keselamatan dan kerahasiaan identitas korban adalah prioritas utama kami," tulis mereka dalam pernyataan tersebut. Sumber Detik.com
Tirani Totalitas