DPR Soroti Rencana Kemenag Masukkan Materi Pencegahan LGBT dalam Kurikulum

DPR Soroti Rencana Kemenag Masukkan Materi Pencegahan LGBT dalam Kurikulum

Wakil Ketua Komisi X DPR mengingatkan pentingnya penyusunan materi pencegahan LGBT yang sesuai untuk anak, fokus pada...

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, memberikan tanggapan terkait rencana Kementerian Agama (Kemenag) untuk memasukkan materi pencegahan LGBT ke dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar (SD). Lalu menyatakan bahwa materi tersebut harus disusun dengan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. "Kalau yang dimaksud adalah memberikan pendidikan tentang kesehatan, perkembangan pubertas, serta menghargai sesama, itu bisa menjadi bagian dari pendidikan yang sesuai usia," ungkap Lalu saat dihubungi pada Rabu (22/7/2026). Dia juga menekankan pentingnya penyusunan materi berdasarkan fakta dan situasi yang dihadapi anak. Menurutnya, untuk siswa kelas 4 SD, materi harus disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan relevan dengan perkembangan mereka. Lalu mengingatkan agar pemerintah berhati-hati jika pencegahan yang dimaksud berkaitan dengan identitas. Ia menegaskan bahwa orientasi seksual tidak dapat dicegah melalui kurikulum. "Jika yang dimaksud adalah 'pencegahan LGBT' sebagai identitas seseorang, hal itu perlu dijelaskan secara hati-hati karena orientasi seksual dan identitas gender bukan sesuatu yang bisa disederhanakan atau dicegah hanya dengan kurikulum," jelasnya. Lebih jauh, Lalu berpendapat bahwa fokus pendidikan seharusnya tetap pada pembentukan karakter anak, etika, dan penghormatan terhadap orang lain. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua siswa. Rencana Kemenag untuk menyusun materi edukasi ini merupakan langkah lanjutan dari Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Dalam peraturan tersebut, penyebaran budaya LGBT dianggap sebagai ancaman nonmiliter. Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, menjelaskan bahwa materi ini ditargetkan untuk diajarkan mulai kelas IV SD dan akan diintegrasikan ke dalam kurikulum yang sudah ada. Ia berharap dengan adanya materi ini, siswa dapat memahami bahaya penyebaran budaya LGBT. Sumber Detik.com

Tirani Totalitas