Ekonom Nilai Bantuan Beras 30 Kg Ringankan Beban Belanja Keluarga
JAKARTA, 23 SEPTEMBER 2026 — Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai bantuan beras...
JAKARTA, 23 SEPTEMBER 2026 — Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai bantuan beras 30 kilogram (kg) dapat mengurangi beban belanja pangan rumah tangga kelompok bawah dalam jangka dekat. "Bagi rumah tangga desil bawah bantuan segitu cukup berarti untuk menahan pengeluaran pangan saat ini dan mereka bisa mengalihkan uang belanja untuk beli protein, sayur, transportasi, atau utang kecil," kata Eliza saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa. Namun, ia mengingatkan bantuan dalam bentuk beras tidak menambah pendapatan rumah tangga, melainkan mengurangi sebagian kebutuhan pengeluaran untuk membeli beras. "Bantuan barang itu tidak menaikkan pendapatan. Itu hanya mengurangi sebagian kebutuhan membeli beras mereka," ujarnya. Ia menjelaskan bantuan 30 kg yang diterima sekaligus merupakan akumulasi alokasi selama tiga bulan, masing-masing 10 kg untuk Juli, Agustus, dan September 2026. Langkah Cepat Mitigasi dan Penanganan Sebagai ilustrasi, Eliza menggunakan asumsi konsumsi beras rumah tangga sekitar 92 kg per kapita per tahun atau kurang lebih 7,7 kg per orang setiap bulan. Dengan asumsi itu, rumah tangga beranggotakan empat orang membutuhkan sekitar 30 kg beras per bulan. Dengan demikian, alokasi 10 kg per bulan memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan beras rumah tangga dalam ilustrasi itu. "Bantuan 30 kg sekaligus itu bisa jadi bantalan rumah tangga desil bawah menahan belanja beras dalam jangka dekat, tetapi itu bekal sekitar satu bulan, bukan jaminan ketahanan pangan tiga bulan," kata Eliza. Pemerintah sebelumnya memutuskan bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 kepada penerima pada desil 1 sampai desil 4 disalurkan sekaligus sebanyak 30 kg agar distribusinya dapat diselesaikan pada September. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan setiap penerima tetap memperoleh alokasi 10 kg per bulan selama tiga bulan, tetapi penyalurannya dirapel menjadi 30 kg sekaligus. Pemerataan Layanan dan Koordinasi Lintas Sektor Program itu menyasar lebih dari 33,2 juta penerima bantuan pangan. Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis penerima merupakan pembaruan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 10 Juli 2026 dan telah melalui proses penyaringan oleh Kementerian Sosial. Data itu kemudian diterima Bapanas untuk ditetapkan dan disampaikan kepada Perum Bulog sebagai pelaksana penyaluran bantuan pangan beras. Eliza menilai penyaluran sekaligus menghadirkan manfaat ketika kebutuhan rumah tangga sudah mendesak, harga beras meningkat, dan penerima memiliki tempat penyimpanan yang layak. "Positifnya, penyaluran sekaligus mempercepat penerimaan manfaat dan memangkas frekuensi antre serta biaya kirim berulang," ungkapnya. Namun, Ia menjelaskan, pola penyaluran tidak harus dibuat seragam karena kondisi rumah tangga dan karakteristik setiap wilayah berbeda. Kesejahteraan Masyarakat dan Ketahanan Daerah Untuk daerah dengan harga beras tinggi dan rumah tangga tanpa tempat penyimpanan yang memadai, Eliza menilai penyaluran dalam dua tahap lebih aman, dengan tahap berikutnya diberikan sekitar empat hingga lima minggu setelah tahap pertama. Sebaliknya, untuk wilayah terpencil dan daerah dengan biaya logistik tinggi, penyaluran sekaligus dapat lebih rasional sepanjang beras dikemas dengan baik, tersedia tempat penyimpanan komunal, serta dikerjakan pemantauan mutu. "Satu desain yang sama untuk 33,24 juta keluarga ini mengabaikan perbedaan kapasitas simpan, ukuran rumah tangga, dan kalender harga lokal," ucap Eliza. Ia menjelaskan, pilihan antara penyaluran sekaligus dan berkala perlu mempertimbangkan kebutuhan penerima sekaligus kemampuan menjaga kualitas beras. "Sekaligus lebih cepat, berkala lebih merata dan terjaga kualitasnya. Desain ideal menyesuaikan ritme kebutuhan rumah tangga," katanya. Langkah Cepat Mitigasi dan Penanganan Pemerintah melalui Perum Bulog terus memperkuat...
Tirani Totalitas