FKUB Sulteng sebut Babinsa Perlu Dibekali Penguatan Moderasi Beragama
PALU, 27 SEPTEMBER 2026 — Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah (FKUB Sulteng) mengatakan Bintara Pembina Desa...
PALU, 27 SEPTEMBER 2026 — Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah (FKUB Sulteng) mengatakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) perlu dibekali penguatan moderasi beragama untuk memperkuat pemahaman maupun wawasan dalam mengawal kerukunan dan mencegah konflik sosial di lingkungan masyarakat. "Sebagai aparat teritorial mereka perlu dibekali pemahaman tentang moderasi beragama, karena Babinsa bertugas di lingkungan masyarakat," kata Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin di Palu, Sabtu. Ia menjelaskan Kodam XXIII/Palakawira perlu mempertimbangkan usulan itu dalam mengokohkan kerukunan yang selama ini sudah terjalin di tengah masyarakat, sekaligus pemahaman juga juga diyakini dapat membantu menjaga perdamaian. "Kami telah bertemu pejabat Kodam XXI/Palakawira pada Kamis (24/9) dan kami siap membuka ruang kerja sama untuk penguatan moderasi beragama," ujarnya. Ia mengemukakan ketahanan nasional harus dibangun dari dasar, maka rakyat sebagai kekuatan bangsa perlu diberi pemahaman tentang kerukunan, toleransi dan keragaman, karena dalam konteks berbangsa dan bernegara semuanya adalah saudara. Maka sikap saling menyayangi, menghargai dan saling mengasihi perlu diperkuat di tengah perbedaan, serta militer sebagai komponen strategis pertahanan menjadi benteng pertama menjaga kedaulatan bangsa juga berperan dalam menghadirkan penguatan-penguatan kepada masyarakat tentang perdamaian. Kesiapsiagaan Personel dan Kekuatan Alutsista "Babinsa berhadapan langsung dengan masyarakat. Sehingga moderasi beragama yang diberikan kepada mereka diharapkan dapat diteruskan sampai ke akar rumput (masyarakat)," ucap Zainal yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). FKUB, kata dia, terus memasifkan kampanye moderasi beragama dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah maraknya isu intoleransi, ujaran kebencian di media sosial yang berpotensi memicu konflik horisontal. Kerukunan umat beragama juga bagian dari benteng menjaga keutuhan NKRI, maka tidak perlu memperdebatkan berbeda keyakinan dan dijadikan sebagai alasan merusak persaudaraan, karena perbedaan merupakan anugerah yang datang dari Tuhan. "Kemanunggalan TNI dan rakyat harus semakin kokoh dan kuat untuk merawat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata dia menjelaskan. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas