Gempa Berkekuatan 7,1 Guncang Jepang, 13 Korban Jiwa Teridentifikasi
Gempa berkekuatan 7,1 mengguncang Jepang, menyebabkan 13 korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Layanan...
Jepang kembali dilanda bencana alam dengan terjadinya gempa berkekuatan 7,1 magnitudo yang mengguncang Pulau Kyushu pada Selasa sore, 28 Juli 2026. Gempa ini menyebabkan dampak yang cukup serius, termasuk korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Pusat gempa terletak di dekat Kota Kashima, yang mengalami kerusakan paling parah. Beberapa gedung, termasuk AEON Mall Kumamoto, runtuh akibat ledakan gas yang terjadi sekitar satu jam setelah gempa utama. Menurut dinas pemadam kebakaran setempat, banyak orang terjebak di dalam kompleks perbelanjaan tersebut. Akibat gempa ini, layanan transportasi di wilayah tersebut juga terganggu. Kereta cepat Kyushu Shinkansen dihentikan sementara, dan layanan trem di Kota Kumamoto beroperasi dengan kecepatan terbatas. Biro Transportasi setempat memperingatkan bahwa layanan dapat dihentikan kembali jika terjadi gempa susulan. Pemerintah Jepang melaporkan bahwa hingga saat ini, 13 orang telah meninggal dunia akibat bencana ini. Perdana Menteri Sanae Takaichi mengonfirmasi jumlah tersebut dan menyatakan bahwa tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di reruntuhan. Takaichi juga menyampaikan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa ini sangat luas, mencakup bangunan yang runtuh, kebakaran, dan kerusakan jalan. Di sisi lain, pejabat prefektur Kumamoto memberikan angka korban yang lebih rendah, dengan tiga orang yang terkonfirmasi meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, laporan awal menyebutkan bahwa sebanyak 20 hingga 30 orang terjebak di dalam mal yang runtuh, meskipun polisi menyatakan jumlah tersebut mungkin lebih rendah. Hingga kini, akses ke lokasi reruntuhan masih sulit, menyulitkan petugas penyelamat untuk melakukan evakuasi. Kerusakan juga terjadi di pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, di mana cerobong asapnya sebagian runtuh. Pemerintah setempat melaporkan sembilan orang hilang, dan lebih dari 9.000 orang terpaksa mengungsi ke pusat-pusat evakuasi di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka. Di tengah situasi yang genting ini, Badan Meteorologi Jepang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Keadaan saat ini menunjukkan pentingnya kesiapan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam yang tak terduga. Sumber Detik.com
Tirani Totalitas