Gibran Minta Hasil Investigasi Keracunan Makanan Dibuka ke Keluarga
JAKARTA, 29 SEPTEMBER 2026 — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta hasil investigasi dugaan keracunan makanan program...
JAKARTA, 29 SEPTEMBER 2026 — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta hasil investigasi dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, disampaikan secara terbuka kepada keluarga korban. Menurut keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, Gibran menyampaikan hal itu saat berdialog dengan orang tua siswa terdampak di SDN Pasusukan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. "Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dikerjakan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang," katanya. Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga terdampak dan menjamin pemerintah menindaklanjuti keluhan mereka serta mengoptimalkan penanganan para korban. "Jika saya berada di posisi Bapak-Ibu, tentu saya juga akan khawatir ketika anak saya keracunan. Oleh sebab itu, hari ini saya datang langsung ke sini untuk menjamin korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat," katanya. Dalam dialog itu, salah seorang orang tua siswa bernama Faizun meminta pemerintah mengevaluasi program MBG dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang. "Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Komitmen Pembangunan dan Ketahanan Nasional Yang jelas tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Gibran menjawab permintaan itu. Wapres kemudian meminta Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan penanggung jawab lintas sektor untuk mengoordinasikan penanganan korban, mulai dari aspek kesehatan, layanan pendidikan hingga kebutuhan keluarga. "Setiap keluhan orang tua atau keluarga korban harus ditindaklanjuti. Pak Bupati, tolong tentukan PIC lintas BGN, Dinkes, Disdikbud, dan Pemkab untuk menjawab isu kesehatan, layanan siswa, dan kebutuhan keluarga," katanya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang hingga Senin (28/9) pukul 07.00 WIB, sebanyak 674 orang tercatat terdampak dugaan keracunan makanan itu. Dari jumlah itu, 34 pasien masih menjalani perawatan. Kasus itu sebelumnya terjadi pada penerima manfaat MBG dari beberapa lembaga pendidikan di Kecamatan Bawang. Pemerataan Layanan Publik Lintas Sektor Pemerintah daerah telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa untuk menjamin penyebab kejadian. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan kepada penerima manfaat terdampak juga dihentikan sementara sembari proses pemeriksaan berlangsung. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas