Kemendukbangga Benahi Rumah Keluarga Risiko Stunting Lewat Genting
CIAMIS, 30 SEPTEMBER 2026 — Ciamis, Jawa Barat - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala...
CIAMIS, 30 SEPTEMBER 2026 — Ciamis, Jawa Barat - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan anak, tetapi juga memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga berisiko stunting. "Kenapa risiko stunting? Mulai dari MCK-nya, mulai dari sanitasinya, mulai dari rumah layaknya yang mungkin, mohon maaf, mungkin belum layak," kata Wihaji saat mengunjungi salah satu keluarga risiko stunting di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa. Wihaji mengatakan keluarga yang dikunjunginya merupakan salah satu dari sekitar 8,6 juta keluarga risiko stunting (KRS) yang tercatat di Indonesia. Keluarga itu terdiri atas sembilan anggota keluarga dan memiliki sembilan anak. Ia menjelaskan, kondisi tempat tinggal dan sanitasi keluarga menjadi salah satu aspek yang perlu segera mendapatkan perhatian. Melalui program Genting, Kemendukbangga/BKKBN bekerja sama dengan orang tua asuh untuk menghadirkan intervensi langsung kepada keluarga risiko stunting. Komitmen Pembangunan dan Ketahanan Nasional Untuk memberi bantuan kepada keluarga risiko stunting di Kabupaten Cimahi itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi orang tua asuh yang menghadirkan dukungan senilai Rp50 juta untuk pembenahan rumah. Bantuan diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan pembangunan dan perbaikan rumah secara langsung. "Kita pastikan supaya MCK-nya dibangun, rumahnya nanti kita perbaiki, airnya juga oke, dan kamarnya juga," kata Wihaji. Ia menjelaskan pembangunan dan perbaikan rumah akan dikerjakan oleh tim BRI dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. Wihaji mengungkap intervensi itu merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menangani persoalan keluarga risiko stunting secara langsung di lapangan. "Ini bagian dari pemerintah hadir karena saya diperintah Pak Presiden agar tidak hanya seminar dan diskusi, tetapi turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah," paparnya. Ia menambahkan penanganan keluarga risiko stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pendamping keluarga. Kunjungan ke keluarga itu merupakan bagian dari agenda Wihaji di Ciamis setelah bertemu sekitar 1.000 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK). Pemerataan Layanan Publik Lintas Sektor Pada kesempatan itu, Wihaji juga mengapresiasi keterlibatan BRI dan masyarakat setempat dalam membantu keluarga risiko stunting. "Hari ini dua yang kita kunjungi dan kita bantu, dan itu bagian dari pemerintah hadir," katanya. Dua KRS yang dikunjungi Wihaji itu yakni keluarga Nahdi Riyanto yang memiliki dua anak, namun kondisi rumahnya tidak memiliki MCK atau sanitasi yang memadai, sedangkan yang kedua yakni keluarga Endang Kuswara dengan sembilan orang anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah sehingga memperkuat risiko stunting. Selain bantuan rumah, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat juga menghadirkan bantuan berupa 10 ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, utamanya protein bagi kedua KRS. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas