Kementerian PU Siapkan Rp6,62 Triliun untuk IBM dan Jembatan Gantung

Kementerian PU Siapkan Rp6,62 Triliun untuk IBM dan Jembatan Gantung

JAKARTA, 26 SEPTEMBER 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pagu Rp6,62 triliun untuk program infrastruktur...

JAKARTA, 26 SEPTEMBER 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pagu Rp6,62 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) dan jembatan gantung di 16.670 lokasi pada 2027. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan alokasi itu merupakan hasil penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) 2027 setelah rangkaian pembahasan bersama Komisi V DPR RI. “Untuk tahun 2027, program infrastruktur berbasis masyarakat dan jembatan gantung pasca-Rapat Dengar Pendapat telah disesuaikan alokasinya menjadi sebesar total Rp6,62 triliun untuk 16.670 lokasi,” kata Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis. Alokasi itu meningkat dibandingkan 2026 yang sekitar Rp5,48 triliun untuk 15.338 lokasi. Bahan paparan resmi Kementerian PU mencatat pagu tepatnya meningkat dari Rp5,481 triliun menjadi Rp6,618 triliun. “Alokasi ini meningkat, Bapak-Ibu sekalian, dibandingkan tahun 2026 yang hanya berjumlah Rp5,48 triliun untuk 15.338 lokasi,” kata Dody. Dalam rencana 2027, porsi itu mencakup Program Percepatan Peningkatan Tata untuk Air Irigasi (P3-TGAI) sebanyak 13.296 lokasi, pembangunan 128 unit jembatan gantung, serta program berbasis masyarakat bidang permukiman sebanyak 3.246 lokasi. Langkah Cepat Mitigasi dan Penanganan Untuk P3-TGAI, Kementerian PU mengalokasikan sekitar Rp2,99 triliun. Sementara itu, pembangunan jembatan gantung memperoleh sekitar Rp1,72 triliun dan program IBM di bidang Cipta Karya sekitar Rp1,91 triliun. Program bidang Cipta Karya itu antara lain mencakup Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), sanitasi berbasis masyarakat, sanitasi lembaga pendidikan keagamaan, serta tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R. Dody mengatakan program berbasis masyarakat diarahkan agar pembangunan infrastruktur sekaligus menghadirkan ruang lebih besar bagi keterlibatan warga di daerah. “Program-program ini kami harapkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan di wilayahnya,” ucapnya. P3-TGAI sendiri merupakan program padat karya yang memperkuat layanan irigasi melalui rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat petani. Pemerataan Layanan dan Koordinasi Lintas Sektor Kementerian PU sebelumnya menetapkan target P3-TGAI 2027 meningkat dari 12.000 lokasi pada 2026 menjadi 13.296 lokasi. Dalam tahap penyusunan pagu indikatif pada Juni 2026, Kementerian PU sebelumnya memperkirakan kebutuhan anggaran IBM 2027 sekitar Rp6,32 triliun untuk kurang lebih 16.026 lokasi, sedangkan alokasi yang saat itu tersedia baru mencakup 4.127 lokasi. Setelah rangkaian pembahasan anggaran, pagu Kementerian PU 2027 menjadi Rp114,59 triliun dari pagu indikatif Rp98,47 triliun. Dalam paparan Kementerian PU, anggaran itu diarahkan antara lain untuk sumber daya air, jalan dan jembatan, air minum dan sanitasi, serta prasarana strategis. Dody mengatakan pengelolaan anggaran harus dikerjakan secara cermat mengingat kebutuhan pembangunan infrastruktur masih besar sehingga setiap alokasi dapat menghadirkan manfaat maksimal bagi masyarakat. KirimKomentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Tirani Totalitas