Kolaborasi TNI AU dan APP Group Perkuat Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan

Kolaborasi TNI AU dan APP Group Perkuat Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan

PALEMBANG, 28 SEPTEMBER 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat...

PALEMBANG, 28 SEPTEMBER 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi Satgas Penanggulangan Karhutla, TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai unsur terkait. Dukungan operasi udara menjadi salah satu kekuatan penting untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat. Sebanyak 12.285 personel gabungan dikerahkan dalam Satgas Karhutla Sumatera Selatan untuk operasi darat maupun udara. Dari udara, TNI AU melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang mengoperasikan delapan helikopter untuk patroli dan water bombing , sementara APP Group juga mendukung dengan enam helikopter water bombing . Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya di Palembang, Jumat, mengatakan bahwa operasi penanggulangan karhutla telah berlangsung sejak ditetapkannya status siaga darurat di Sumatera Selatan. Satgas udara berada di bawah koordinasi Satgas Operasi yang dipimpin Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud. Kesiapsiagaan Personel dan Sinergi Pertahanan Menurut Asep, keberadaan armada water bombing sangat penting, terutama untuk menangani kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau tim darat dan berada jauh dari sumber air. "Alhamdulillah, keberadaan water bombing di Sumsel cukup, terutama untuk menyirami lahan yang terbakar di lokasi yang jauh di dalam dan tidak bisa ditembus oleh satgas darat. Apalagi jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air, penanganannya tentu lebih sulit melalui jalur darat," kata Asep. Ia menjelaskan bahwa dukungan enam helikopter water bombing dari APP Group juga memperkuat operasi udara, termasuk untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah sekitar konsesi maupun lokasi lain yang membutuhkan dukungan sesuai dengan koordinasi Satgas. "Setiap akan memberangkatkan helikopter water bombing , pihak APP Group selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada kami sehingga pergerakannya bisa dimonitor. Bantuan ini sangat membantu karena menambah armada satgas di udara," katanya. Pengabdian Prajurit dan Bakti Masyarakat Operasi water bombing tidak hanya menyasar titik api, tetapi juga membasahi area di sekitar lokasi kebakaran sebagai upaya menghambat penjalaran api. Langkah itu dikerjakan untuk melindungi permukiman masyarakat, perkebunan warga, kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, serta area lain yang berpotensi terdampak. Untuk mendukung operasi udara, Satgas Karhutla juga memetakan beberapa sumber air yang dapat dimanfaatkan helikopter, seperti sungai, danau, kanal, hingga embung yang tersedia di berbagai wilayah. Asep menambahkan bahwa pemetaan sumber air juga dikerjakan saat patroli udara bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati Ogan Komering Ilir. Dalam pemantauan itu, tim menemukan kanal di salah satu areal konsesi APP Group yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air operasi water bombing . "Kami melihat ada parit di antara lahan tanaman yang bisa menjadi sumber air untuk helikopter water bombing . Komitmen Nyata Kedaulatan Negara Kami meminta agar akses pengambilan airnya diperluas untuk memudahkan penggunaan bambi bucket, dan respons APP Group sangat baik. Dengan demikian, kita bisa menambah sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla," ujarnya. Selain armada udara, APP Group menghadirkan dukungan sarana dan prasarana untuk operasi darat, antara lain pompa air, Sambunesia, serta beberapa perlengkapan pemadaman lainnya. "Sejak awal, APP Group telah juga membantu penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi. Dukungan itu merupakan bagian dari komitmen pengendalian karhutla hingga radius 5 kilometer dari batas konsesi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Asep. Upaya pengendalian karhutla di Sumatera Selatan juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kesiapsiagaan Personel dan Sinergi Pertahanan Hingga September 2026, operasi itu telah dikerjakan dalam beberapa tahap dengan menyesuaikan kondisi serta ketersediaan awan berdasarkan pemantauan...

Tirani Totalitas