Konflik Memanas, Houthi Serang Arab Saudi dengan Rudal
Kelompok Houthi di Yaman meluncurkan serangan rudal ke Arab Saudi, menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah...
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke wilayah Arab Saudi pada hari Sabtu, 25 Juli 2026. Serangan ini dilakukan sebagai bentuk balasan setelah militer Saudi menyerang target mereka di Hodeida, Yaman, sehari sebelumnya. Dalam serangan yang terjadi pada Jumat, 24 Juli, militer Saudi melaporkan telah menyerang posisi Houthi yang dianggap mengancam, yang mengakibatkan dua orang terluka. Hal ini memicu reaksi keras dari Houthi, yang menuduh Saudi melakukan "eskalasi berbahaya" dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons. Menurut laporan dari media Ansarollah milik Houthi, serangan rudal yang diluncurkan pada pagi hari menyebabkan kebakaran di kota Jizan, yang terletak di pesisir Laut Merah di bagian selatan Arab Saudi. Meskipun klaim ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah Saudi, situasi di kawasan tersebut tetap tegang. Badan pertahanan sipil Saudi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada warga di Jizan dan Yanbu mengenai potensi bahaya, namun peringatan tersebut dicabut beberapa menit setelahnya. Peringatan serupa juga telah dikeluarkan di masa lalu ketika rudal atau drone diluncurkan ke wilayah Saudi. Serangan terbaru ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara Houthi dan pemerintah Yaman yang telah berlangsung sejak tahun 2014. Konflik ini telah menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di kawasan tersebut. Koalisi pimpinan Saudi sebelumnya mengumumkan bahwa mereka telah menyerang lokasi-lokasi Houthi untuk menghancurkan target yang dianggap mengancam jalur pelayaran di Laut Merah. Serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Houthi yang mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menyerang kapal-kapal tanker yang beroperasi di wilayah tersebut. Situasi ini semakin memperburuk ketegangan yang sudah ada, khususnya setelah gencatan senjata yang diberlakukan pada tahun 2022 terancam oleh baku tembak terbaru. Dengan konflik yang terus berkepanjangan, harapan untuk perdamaian tampak semakin sulit dicapai. Sumber Detik.com
Tirani Totalitas