Korem 162/WB Matangkan Pengamanan Motogp 2026 Melalui Simulasi Taktis
MATARAM, 6 OKTOBER 2026 — Jajaran Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti mematangkan kesiapan pengamanan...
MATARAM, 6 OKTOBER 2026 — Jajaran Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti mematangkan kesiapan pengamanan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggelar metode simulasi peragaan taktis atau Tactical Floor Game (TFG). Kasrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf. I Made Alit Yudana mengatakan TFG yang digelar hari ini di Makorem 162/Wira Bhakti menjadi sarana untuk menjamin setiap unsur memahami tugas, jalur koordinasi, dan prosedur penanganan situasi normal maupun kontinjensi. "TFG ini sekaligus untuk menyatukan pola tindak dan menguji kesiapan antar satuan dalam menghadapi berbagai situasi selama pelaksanaan ajang balap motor internasional nanti," kata Kolonel Made Alit di Mataram, Rabu. Ia menjelaskan, kompleksitas pengamanan MotoGP tidak hanya menyangkut personel keamanan, tetapi juga masyarakat, wisatawan, pebalap, ofisial, tamu undangan, penyelenggara, pemerintah, dan unsur terkait lainnya. Dalam TFG, peserta memetakan jalur keluar-masuk, titik rawan, jalur evakuasi, titik kumpul, akses ambulans, jalur kendaraan pemadam kebakaran, rumah sakit rujukan, serta lokasi prioritas pengamanan. beberapa skenario kontinjensi dibahas, meliputi gempa bumi, tsunami, kebakaran, kecelakaan, kondisi medis massal, gangguan keamanan, kepanikan massa, hingga evakuasi VVIP, pembalap, ofisial, dan penonton. Kesiapsiagaan Personel dan Sinergi Pertahanan Setiap skenario mencakup unsur yang bertindak, mekanisme pelaporan, penyampaian informasi, pengambilan keputusan, dan pergerakan personel di lapangan. "Keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada jumlah dan kesiapan personel, tetapi juga perencanaan yang matang, koordinasi yang solid, komunikasi yang cepat serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat di lapangan," ujarnya. Kasrem meminta setiap unsur menjamin tidak terjadi tumpang tindih tugas dan seluruh mekanisme komunikasi serta evakuasi dipahami sebelum pelaksanaan. "Apabila dalam TFG masih ditemukan kelemahan, segera perbaiki. Jangan sampai kekurangan baru ditemukan ketika situasi darurat benar-benar terjadi," ucapnya. Kegiatan itu diikuti PJU Korem 162/Wira Bhakti, Karoops Polda NTB, Dandim se-Pulau Lombok, Danlanud ZAM, Pasops Lanal Mataram, beberapa kepala dinas, serta unsur terkait. Melalui TFG, Korem 162/Wira Bhakti dan unsur terkait mematangkan kesiapan pengamanan dan penanganan keadaan darurat untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di NTB. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas