Korps Kadet Republik Indonesia Resmi Jadi Ekstrakurikuler Pilihan, Perkuat Karakter dan Bela Negara Pelajar

Korps Kadet Republik Indonesia Resmi Jadi Ekstrakurikuler Pilihan, Perkuat Karakter dan Bela Negara Pelajar

Program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) memasuki tahap baru setelah resmi diluncurkan sebagai kegiatan...

JAKARTA, 30 September 2026 — Program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) memasuki tahap baru setelah resmi diluncurkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler pilihan bagi peserta didik jenjang pendidikan menengah pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan kesadaran bela negara di kalangan generasi muda. Peluncuran nasional ekstrakurikuler KKRI dilaksanakan di SMK Negeri 26 Jakarta pada 23 September 2026 dan dipimpin Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema. Pelaksanaan program merupakan kolaborasi Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama. Kebijakan terbaru ini membuat pelaksanaan KKRI berbeda dibandingkan tahap awal pada 2025. Saat itu, program antara lain diikuti 1.755 siswa SMK dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Subang dalam kegiatan di Lanud Halim Perdanakusuma. TNI bertindak sebagai pelaksana lapangan dengan dukungan sarana, instruktur, dan metode pembinaan, sedangkan Kementerian Pertahanan menjadi pemegang kebijakan program. Pada 2026, KKRI memiliki landasan operasional di lingkungan pendidikan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 136 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara melalui Ekstrakurikuler KKRI pada Jenjang Pendidikan Menengah. Program mencakup SMA, SMK, madrasah aliyah, dan satuan pendidikan menengah sederajat. Bukan Pendidikan untuk Menjadi Prajurit Pemerintah menegaskan bahwa KKRI berstatus ekstrakurikuler pilihan, bukan kegiatan wajib. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menjelaskan bahwa keikutsertaan pelajar dalam KKRI tidak berarti peserta didik diarahkan menjadi prajurit TNI. Fokus program berada pada pendidikan karakter dan peningkatan kesadaran bela negara. Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema juga menyampaikan bahwa pembinaan diarahkan agar peserta memperoleh pengalaman dalam membangun disiplin, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Menurut Kemhan, bela negara tidak terbatas pada profesi militer, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi warga negara sesuai bidang masing-masing. Dalam pelaksanaannya, perwira TNI dapat memberikan materi mengenai bela negara di sekolah. Kegiatan juga mencakup aktivitas fisik secara berkala, sementara pembinaan dilaksanakan melalui koordinasi kementerian dan sekolah. Materi KKRI sebelumnya mencakup wawasan kebangsaan, nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, kepemimpinan berwawasan bela negara, serta keterampilan dasar kedisiplinan. Peserta juga mendapatkan pembinaan mengenai bahaya narkoba, kerja sama tim, kepercayaan diri, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembinaan mental dan rohani. Pembinaan KKRI Berjalan di Sejumlah Daerah Pelaksanaan KKRI sepanjang 2026 juga telah berlangsung di sejumlah wilayah. Di Batam, misalnya, Lanud Hang Nadim menggelar pelatihan pembentukan karakter bagi 200 pelajar SMA dan SMK pada 12 September 2026. Kegiatan tersebut memuat pembinaan kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, kebersamaan, dan wawasan kebangsaan. Sebelumnya, sekitar 150 peserta KKRI mengikuti kegiatan Penguatan Nasionalisme di lingkungan Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, pada 5-14 September 2026. Dalam kegiatan itu, Kemhan turut memasukkan pemahaman mengenai tantangan di ruang informasi dan digital sebagai bagian dari perkembangan ancaman nonmiliter yang perlu dipahami generasi muda. Di Klaten, pembinaan KKRI juga dilaksanakan melalui Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu pada 3-5 Juli 2026 dengan melibatkan 60 siswa SMA Negeri 1 Polanharjo. Materinya berfokus pada karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan. Dengan statusnya sebagai ekstrakurikuler pilihan mulai tahun ajaran 2026/2027, KKRI kini ditempatkan sebagai salah satu wadah pendidikan karakter di sekolah menengah. Pelaksanaannya diarahkan pada...

Tirani Totalitas