Muktamar ke-35 NU Siap Bahas Pajak Berkeadilan dan Fenomena LGBTQ
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang akan membahas pajak berkeadilan, penyimpangan seksual, dan i'adatun nadzar.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026, siap membahas sejumlah isu penting. Salah satu forum utama, Komisi Bahtsul Masail Maudhu'iyah, akan mengupas tiga topik hangat yang menjadi perhatian publik saat ini. Tiga isu utama yang direncanakan untuk dibahas adalah konsep pajak berkeadilan, fenomena penyimpangan seksual, serta mekanisme i'adatun nadzar atau peninjauan ulang keputusan fikih. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi Bahtsul Masail Maudhu'iyah, Kiai Abdullah Aniq Nawawi, yang lebih dikenal sebagai Gus Aniq. Dalam penjelasannya, Gus Aniq menegaskan pentingnya membahas pajak berkeadilan, mengingat beban perpajakan saat ini semakin dirasakan berat oleh berbagai lapisan masyarakat. "NU memiliki kewajiban untuk menawarkan konsep perpajakan yang lebih adil dan tidak memberatkan kelompok tertentu," ujarnya. Selain isu pajak, forum ini juga akan menyoroti peningkatan kasus penyimpangan dan kekerasan seksual, termasuk pergerakan kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender, questioning atau queer (LGBTQ). Gus Aniq menekankan bahwa fokus pembahasan tidak hanya pada aspek pemidanaan, tetapi juga pada upaya normalisasi dan kampanye perilaku tersebut. "Kita melihat ada upaya menormalisasi dan mengkampanyekan LGBTQ saat ini," tambahnya. Isu ini menjadi semakin relevan di tengah masyarakat yang terus berkembang. Topik ketiga yang akan dibahas adalah i'adatun nadzar, yang merupakan kelanjutan dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama. I'adatun nadzar adalah mekanisme peninjauan ulang terhadap keputusan fikih dan fatwa keagamaan, mirip dengan proses Peninjauan Kembali (PK) dalam hukum formal negara. "I'adatun nadzar merupakan tindak lanjut dari pembahasan Munas yang sebelumnya," pungkas Gus Aniq, menandakan pentingnya diskusi ini bagi pengembangan pemikiran keagamaan di Indonesia. Sumber Detik.com
Tirani Totalitas