Pagar Tinggi Mal Kokas Dibongkar Setelah Sorotan Gubernur Pramono
Pagar tinggi yang dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas) Jakarta Selatan akhirnya dibongkar setelah mendapat perhatian...
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Jakarta, termasuk Mal Kota Kasablanka (Kokas), telah menjadi sorotan publik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi hal ini dan mengatakan bahwa pagar yang terpasang justru menciptakan kesan tidak aman bagi masyarakat. Pramono mengemukakan bahwa pemasangan pagar yang berlebihan tidak diperlukan, karena dapat memunculkan persepsi negatif tentang keamanan Jakarta. "Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Sebagai Gubernur Jakarta, saya ingin Jakarta tetap aman dan nyaman," ungkapnya. Dia juga menyatakan bahwa pengelola mal dan pemilik properti sebaiknya tidak memasang pagar secara berlebihan. "Saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," tambahnya. Menurut Pramono, keberadaan pagar tinggi justru dapat membentuk citra negatif tentang kondisi Jakarta. Dia meyakinkan bahwa situasi di ibukota saat ini dalam keadaan kondusif dan aman. Setelah mendapat perhatian dari Gubernur, pagar tinggi di Mal Kokas pun akhirnya dibongkar. Pantauan di lokasi pada Minggu (2/8), pagar besi yang sebelumnya dipasang sudah tidak terlihat lagi, dan bagian depan mal kembali seperti semula. Pendirian Pakuwon Group, Alexander Tedja, juga mengonfirmasi bahwa pemasangan pagar tersebut merupakan keputusan manajemen lokal dan tidak ada arahan dari pemegang saham. "Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," jelasnya. Pedagang di sekitar Mal Kokas, Hamdan, menyatakan bahwa dia masih melihat pagar malam sebelumnya, namun saat datang ke lokasi pagi itu, pagar sudah tidak ada. Warga lain, Zaidin Santoso, juga mengkonfirmasi hal yang sama, menambahkan bahwa pagar tersebut telah terpasang selama sepekan. Menurut Zaidin, Mal Kokas lebih terlihat bagus tanpa pagar tinggi yang menghalangi pandangan. "Karena biasanya gak ada pagernya ya bagusan begitu. Kadang kita lihat medsosnya, ada isu-isu (kerusuhan) itu, mungkin karena isu-isu itu," tuturnya. Sumber Detik.com
Tirani Totalitas