Pangdam Udayana Ingatkan Prajurit Jaga Kehormatan Seragam dan Pangkat

Pangdam Udayana Ingatkan Prajurit Jaga Kehormatan Seragam dan Pangkat

DENPASAR, 18 SEPTEMBER 2026 — Singaraja, Bali - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengingatkan prajurit TNI AD...

DENPASAR, 18 SEPTEMBER 2026 — Singaraja, Bali - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengingatkan prajurit TNI AD bahwa seragam dan pangkat merupakan kehormatan serta amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. "Keberhasilan ini tidak diperoleh dengan mudah. Selama mengikuti pendidikan, para siswa telah menghadapi berbagai tantangan dan tempaan, baik dalam pembentukan sikap dan mental, peningkatan kemampuan jasmani, penguasaan pengetahuan militer maupun kemampuan dasar keprajuritan," kata Piek saat memimpin penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana Pulaki, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Rabu. Dalam amanatnya, Piek mengucapkan selamat kepada seluruh Tamtama Siswa yang telah menyelesaikan pendidikan setelah menjalani berbagai tahapan pembentukan selama kurang lebih dua bulan. Ia menjelaskan keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Namun, kelulusan bukan akhir pembentukan prajurit, melainkan awal perjalanan pengabdian di satuan masing-masing. Kesiapsiagaan Personel dan Bakti Lapangan Ia menjelaskan seluruh proses pendidikan dirancang untuk membentuk masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD yang memiliki disiplin, loyalitas, jiwa korsa, keberanian, tanggung jawab, dan profesionalisme. Karena itu, Piek meminta prajurit muda tetap belajar setelah meninggalkan lembaga pendidikan. Kemampuan yang telah diperoleh harus terus diasah dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan tugas di satuan masing-masing. "Selalu pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan dalam setiap sikap, tindakan dan pengabdian," katanya. Pangdam juga mengingatkan prajurit muda untuk menjaga disiplin, memperkuat profesionalisme, menjunjung tinggi loyalitas, serta menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI AD. Ia menjelaskan, seorang prajurit harus tangguh menghadapi tantangan, teguh memegang prinsip, profesional menjalankan tugas, dan tetap dekat dengan rakyat. Sinergi Ketahanan dan Kemanusiaan "Jadilah prajurit yang tangguh dalam menghadapi tantangan, teguh dalam memegang prinsip, profesional dalam melaksanakan tugas dan selalu hadir untuk menghadirkan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," pesannya. Selama pendidikan, para siswa menjalani penilaian melalui Tri Pola Dasar Pendidikan yang mencakup berbagai aspek pembentukan keprajuritan. Berdasarkan hasil penilaian lembaga pendidikan, Prajurit Dua Imanuel Hawu Rohi Lay meraih predikat terbaik pada aspek sikap dan perilaku serta pengetahuan dan keterampilan. Sementara itu, predikat terbaik pada aspek jasmani diraih Prajurit Dua Komang Suryanata. Penutupan pendidikan juga diwarnai atraksi bela diri militer, keterampilan Sparko, dan halang rintang yang diperagakan para prajurit muda sebagai gambaran hasil tempaan selama pendidikan. Atraksi itu sekaligus menunjukkan kesiapan dasar para prajurit sebelum melaksanakan tugas di satuan masing-masing. Komitmen Pengabdian Nyata untuk Rakyat Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan berakhirnya pendidikan tidak berarti berakhirnya proses pembentukan seorang prajurit. "Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk prajurit yang disiplin, profesional dan berkarakter. Kami berharap para prajurit muda mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh," ujarnya. Ia berharap para prajurit mampu menjaga kehormatan TNI AD serta menghadirkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Tirani Totalitas