Papua Tengah Integrasikan Penurunan Stunting di Delapan Kabupaten

Papua Tengah Integrasikan Penurunan Stunting di Delapan Kabupaten

NABIRE, 30 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengintegrasikan upaya penurunan stunting di delapan...

NABIRE, 30 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengintegrasikan upaya penurunan stunting di delapan kabupaten melalui penyusunan program bersama yang disesuaikan dengan persoalan dan kondisi masing-masing daerah. Kepala Bapperida Papua Tengah Elieser Yogi di Nabire, Selasa, mengatakan langkah itu diperlukan, karena angka stunting di Papua Tengah masih tinggi, yakni sekitar 32,5 persen, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Hari ini kita mengadakan rapat koordinasi stunting tingkat provinsi untuk mengevaluasi pelaksanaan pencegahan sekaligus menyusun kesepakatan dan rencana tindak lanjut bersama,” ujarnya. Ia menjelaskan integrasi program diperlukan agar penanganan di tingkat provinsi dan kabupaten saling melengkapi, tidak terjadi tumpang tindih kegiatan, serta dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Delapan kabupaten menjadi lokus penanganan stunting, sehingga pemerintah daerah diminta menjadikan persoalan itu sebagai salah satu sasaran dalam penyusunan program dan kegiatan. Ia menjelaskan hasil koordinasi diharapkan dapat ditindaklanjuti pemerintah kabupaten melalui program pada APBD Perubahan 2026 maupun perencanaan APBD 2027. Menurutnya, program yang disusun harus diarahkan untuk menjawab persoalan di daerah, sehingga intervensi pemerintah dapat menghadirkan dampak terhadap penurunan stunting. Komitmen Pembangunan dan Ketahanan Nasional Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah provinsi, Kabupaten Puncak tercatat memiliki angka stunting tertinggi di Papua Tengah. Ia menjelaskan kondisi geografis dan keterbatasan akses di wilayah pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan stunting, sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat. “Selain stunting, pemerintah juga mengintegrasikan penanganan kemiskinan ekstrem, karena kedua persoalan itu memiliki keterkaitan dan membutuhkan intervensi secara terpadu,” ujarnya. Pemprov Papua Tengah telah menjalankan Program Bangkit Papua Tengah yang antara lain menyasar anak usia nol hingga empat tahun dan ibu hamil sebagai salah satu kebijakan untuk memperkuat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program itu juga membantu menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Tengah. Dalam rapat koordinasi itu, Pemprov Papua Tengah menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan tenaga ahli untuk menghadirkan masukan mengenai strategi pencegahan dan penanganan stunting kepada pemerintah provinsi dan kabupaten. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Tirani Totalitas