Pelantikan Pejabat Baru BGN Dorong Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis

Pelantikan Pejabat Baru BGN Dorong Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) melantik lima pejabat baru untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja melantik lima pejabat baru yang diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi di tengah upaya perbaikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelantikan ini berlangsung di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Wakil BGN, Agustina Arumsari, dan Trenggono, kelima pejabat yang dilantik meliputi Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri sebagai Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Ketut Sumedana sebagai Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan. Agustina menekankan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan komponen penting dalam mendukung program MBG. Para pejabat baru ini diangkat berdasarkan Keputusan Presiden yang ditandatangani oleh Prabowo Subianto. Di antara nama-nama yang dilantik, Ketut Sumedana menjadi sorotan, mengingat rekam jejaknya sebagai mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung. Agustina memuji pengalaman Ketut yang telah mengabdi selama 28 tahun di kejaksaan dan kini akan berperan penting dalam pengawasan program MBG. Agustina menjelaskan bahwa Ketut akan bertanggung jawab dalam mengidentifikasi potensi penyimpangan serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dia juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh program MBG, termasuk pengembangan standar operasional yang tepat. BGN saat ini tengah berupaya untuk melakukan pembenahan total dalam tata kelola MBG. Selama evaluasi, Agustina mengungkapkan adanya temuan masalah, seperti satu sekolah yang dilayani oleh dua dapur berbeda, yang menunjukkan pentingnya validasi data yang lebih mendalam. Memastikan integrasi data menjadi prioritas bagi BGN. Agustina menegaskan bahwa data yang akurat sangat penting untuk transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program. BGN akan mendorong integrasi antara data dapodik dan sistem MBG agar dapat memberikan informasi yang tepat waktu mengenai penerima manfaat program. Dengan langkah-langkah ini, BGN berharap dapat memperbaiki sistem yang ada dan memastikan program MBG berjalan dengan lebih efektif dan efisien, memberikan manfaat yang maksimal bagi anak-anak di Indonesia. Sumber Detik.com

Tirani Totalitas