Pemkot Jaktim Perluas Pelacakan TBC Lewat CKG Hingga 778 Lokasi

Pemkot Jaktim Perluas Pelacakan TBC Lewat CKG Hingga 778 Lokasi

JAKARTA, 7 OKTOBER 2026 — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Kesehatan memperluas...

JAKARTA, 7 OKTOBER 2026 — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Kesehatan memperluas pelaksanaan pelacakan (tracing) tuberkulosis (TBC) lewat cek kesehatan gratis (CKG) hingga ke 778 lokasi. "Sepanjang 2026, lokus atau sasaran wilayah prioritas tracing TBC terdiri 778 lokus di Jakarta Timur," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur Arief Wahyudhy di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu. Ia menerangkan tracing itu dikerjakan secara terintegrasi dengan program CKG untuk memperluas cakupan pemeriksaan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki risiko terpapar TBC. "Hari ini, kita melanjutkan kegiatan tracing tuberkulosis terintegrasi CKG ini di wilayah Kramat Jati," kata Arief. Dia menjelaskan dari 778 lokus yang menjadi sasaran prioritas tracing TBC di Jakarta Timur selama 2026, hingga 7 Oktober 2026, telah dikerjakan pemeriksaan di 437 lokus. Pelaksanaan tracing itu menyasar masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, kontak dalam satu rumah, maupun kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori berisiko. "Per 7 Oktober, tercatat sebanyak 38.328 peserta mengikuti pemeriksaan, salah satunya di RW 02, Kelurahan Cililitan," ucap Arief. Selain itu, Ia menerangkan dalam kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG di wilayah Kramat Jati itu, pihaknya menargetkan sebanyak 100 orang untuk mengikuti pemeriksaan. Dia pun berharap seluruh warga yang telah diundang dapat mengikuti pemeriksaan itu sehingga kondisi kesehatan mereka dapat diketahui lebih awal. "Semoga dengan hari ini peserta yang diundang 100 orang bisa hadir semua. Komitmen Pembangunan dan Ketahanan Nasional Tadi, saya lihat sudah di atas 60, kalau tidak salah, yang sudah hadir," tutur Arief. Ia menjelaskan, pemeriksaan melalui kegiatan tracing itu menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin, sehingga penanganan dapat segera dikerjakan dan risiko penularan di lingkungan sekitar dapat ditekan. Apabila dalam proses tracing ditemukan warga yang diduga menderita TBC, maka petugas kesehatan akan melanjutkan pemeriksaan sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan dahak dan pemeriksaan penunjang lainnya. Sementara itu, bagi anggota keluarga atau warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC tetapi belum menunjukkan gejala, maka petugas akan melakukan tindak lanjut melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Pemberian TPT itu bertujuan mencegah berkembangnya infeksi TBC menjadi penyakit aktif pada orang yang memiliki risiko setelah berkontak erat dengan pasien. Lebih lanjut, dia mengimbau warga yang mendapatkan TPT agar mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan mengonsumsi obat secara rutin hingga tuntas, sesuai ketentuan. "Harapannya, nanti keluarga yang mendapatkan TPT bisa minum obat secara rutin, sesuai dengan anjuran dari tenaga kesehatan," ungkap Arief. Pemerataan Layanan Publik Lintas Sektor Dia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan pemerintah, termasuk kegiatan skrining TBC maupun CKG. "Harapannya, nanti ke depan, masyarakat bisa memanfaatkan juga. Setiap ada event screening kesehatan, baik itu CKG gratis ataupun cek tuberkulosis, bisa datang untuk memanfaatkan ini," imbuh Arief. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Tirani Totalitas