Penanganan Kasus Dugaan Keracunan di Batang Sesuai SOP
BATANG, 29 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menyatakan bahwa penanganan kasus dugaan keracunan di...
BATANG, 29 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menyatakan bahwa penanganan kasus dugaan keracunan di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang sudah dikerjakan sesuai standar operasional yang ada. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab di Batang, Senin, mengatakan bahwa ketika muncul dugaan keracunan, puskesmas terdekat melakukan kunjungan ke lokasi terdampak maupun ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Petugas kemudian mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan juga dikerjakan terhadap air serta spesimen dari pasien seperti muntahan maupun feses apabila terdapat keluhan diare," katanya. Selanjutnya, kata dia, petugas juga melakukan inspeksi sanitasi lingkungan, memeriksa dokumen, penggunaan alat pelindung diri hingga peralatan kerja di SPPG. "Demikian pula penjamah makanan pada umumnya juga telah mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan makanan serta langkah pencegahan keracunan," katanya. Zulfachmi mengatakan penyebab pasti munculnya gejala itu masih belum dapat disimpulkan karena pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah dikirim ke Yogyakarta. "Sampelnya baik air, makanan, dan bahan makanan yang disajikan. Kalau ada muntahan, kita periksa muntahannya," katanya. Komitmen Pembangunan dan Ketahanan Nasional Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi mengatakan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis berasal dari berbagai kelompok. Selain peserta didik dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas, serta menyasar kelompok lainnya termasuk balita dan ibu hamil. Untuk pasien yang masih menjalani perawatan, kata dia, kini kondisinya terus menunjukkan perkembangan positif. "Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dan sudah dalam pemulihan," katanya. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pasien terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Senin. Dalam kunjungan itu, Wapres Gibran maupun Gubernur Ahmad Luthfi mendatangi pasien satu per satu dan berdialog mengenai kondisi mereka. Kunjungan dikerjakan di tengah proses penanganan para penerima manfaat MBG yang mengalami gejala dugaan keracunan. Pemerataan Layanan Publik Lintas Sektor Data per hari ini pukul 07.00 WIB, jumlah penerima manfaat yang terdampak telah mencapai lebih dari 700 orang. Dari jumlah itu, sebagian besar telah menjalani rawat jalan maupun diperbolehkan pulang sedang pasien masih menjalani perawatan yang tersebar di RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas