PENDIDIKAN BERKUALITAS MELALUI DIALOG DAN ASPIRASI YANG KONSTRUKTIF
Pendidikan merupakan fondasi masa depan bangsa dan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, serta generasi...
Pendidikan merupakan fondasi masa depan bangsa dan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, serta generasi muda. Aspirasi agar setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan terjangkau merupakan harapan yang patut mendapat perhatian. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat terdidik juga memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan publik, termasuk melalui penyampaian kritik dan tuntutan kepada pemerintah. Aksi mahasiswa BEM Si Rakyat Bangkit pada 2 Oktober 2026 di Jakarta, yang menuntut percepatan pengesahan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada Desember 2026 serta pendidikan gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, mencerminkan perhatian terhadap masa depan pendidikan nasional. Namun, upaya memperjuangkan perubahan perlu disertai pemahaman bahwa pembentukan undang-undang membutuhkan pembahasan yang cermat agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya cepat disahkan, tetapi juga tepat sasaran dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Demikian pula, pendidikan gratis merupakan tujuan yang perlu diperjuangkan dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran, pemerataan fasilitas, kualitas tenaga pendidik, dan keberlangsungan layanan pendidikan. Oleh karena itu, percepatan pembahasan RUU Sisdiknas sebaiknya tetap mengutamakan kualitas substansi dan kepentingan masyarakat luas. Aspirasi mahasiswa dapat diperkuat melalui dialog dengan lembaga terkait, penyampaian rekomendasi tertulis, serta pengawalan terbuka terhadap proses legislasi. Menyampaikan aspirasi secara damai bukan berarti melemahkan perjuangan, sebagaimana menjaga ketertiban bukan berarti membungkam kritik. Sebaliknya, dialog yang terbuka dan didukung data serta usulan konkret dapat membantu memastikan bahwa tuntutan masyarakat memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang jelas. Pemerintah pun perlu menunjukkan keterbukaan dalam menjelaskan perkembangan pembahasan RUU Sisdiknas agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak terjebak pada spekulasi mengenai waktu pengesahannya. Pada akhirnya, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama, yaitu mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi seluruh anak Indonesia. Perbedaan pandangan hendaknya menjadi ruang untuk mencari solusi, bukan sumber pertentangan yang merugikan kepentingan bersama. Aspirasi perlu disampaikan dengan tegas, proses kebijakan harus dikawal secara kritis, dan situasi keamanan serta ketertiban perlu dijaga bersama. Dengan mengedepankan dialog, sikap saling menghormati, dan tanggung jawab bersama, perjuangan mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau dapat terus berjalan dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif.
Tirani Totalitas