Peneliti IPB Temukan Fenomena Kuantum Baru, Indonesia Berpeluang Berkembang
Tim IPB University menemukan fenomena kuantum baru yang berpotensi mengubah pemahaman tentang ketidakpastian kuantum dan...
Tim peneliti dari Departemen Fisika IPB University baru-baru ini mengumumkan penemuan fenomena kuantum yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penemuan ini berfokus pada peralihan ketidakpastian dalam sistem kuantum melalui perubahan bentuk geometri pada eksperimen celah ganda. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Physica Scripta, dan diharapkan dapat membuka peluang baru dalam riset koherensi kuantum, termasuk dalam eksperimen presisi, tomografi kuantum, dan protokol pengukuran lemah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yang berbeda, menggunakan celah ganda asimetris. Dipimpin oleh Prof Husin Alatas, riset ini melibatkan beberapa anggota tim seperti Fauzani Muhammad, Hendradi Hardhienata, dan Faozan Ahmad. Prof Husin menyoroti bahwa banyak penelitian sebelumnya menggunakan dua celah dengan ukuran yang sama, sedangkan eksperimen ini menunjukkan bahwa perbedaan ukuran dapat menghasilkan perilaku baru yang menarik. "Kami menemukan bahwa perubahan sederhana pada lebar dan jarak antarcelah dapat mengubah tingkat ketidakpastian kuantum," jelas Prof Husin. Ia menambahkan bahwa geometri perangkat dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan keadaan kuantum secara efektif. Selama ini, geometri hanya dipandang sebagai bagian dari desain alat. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk geometri dapat memengaruhi sifat dasar partikel yang melewati celah tersebut. Temuan ini juga memperluas pemahaman terhadap prinsip ketidakpastian Heisenberg yang menjadi fondasi mekanika kuantum. Prof Husin mengungkapkan bahwa penemuan ini berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai riset koherensi kuantum, yang merupakan dasar dari teknologi kuantum modern. Ia menekankan bahwa kemampuan untuk mengendalikan kondisi koherensi kuantum adalah tantangan utama dalam pengembangan teknologi seperti penginderaan berpresisi tinggi dan komunikasi kuantum yang aman. Dengan penelitian ini, diharapkan geometri berpangkat dapat menjadi alternatif yang lebih sederhana dalam mengatur perilaku sistem kuantum. Meskipun saat ini penemuan tersebut masih dalam tahap teori, banyak teknologi besar lahir dari riset fundamental seperti ini. Prof Husin juga menambahkan pentingnya riset dasar dalam membangun kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan memperkuat penelitian fundamental, Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang teknologi kuantum di masa depan. Sumber Detik.com
Tirani Totalitas