Penguatan UMKM jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo

Penguatan UMKM jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo

BANYUMAS, 5 OKTOBER 2026 — Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menilai penguatan usaha mikro kecil dan menengah...

BANYUMAS, 5 OKTOBER 2026 — Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menilai penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu capaian positif selama dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. "Untuk penguatan KUR (Kredit Usaha Rakyat) bagi UMKM hari ini lebih konkret," kata Siti Mukaromah, di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu. Selain itu, kata dia lagi, pemisahan Kementerian Koperasi dan UMKM menjadi Kementerian Koperasi serta Kementerian UMKM membuat fokus kebijakan terhadap kedua sektor itu lebih jelas. Lebih lanjut, Ia menerangkan salah satu bentuk penguatan UMKM terlihat dari dukungan terhadap program KUR yang dapat diakses pelaku usaha mulai dari skala mikro, kecil hingga menengah di berbagai daerah. Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp370 triliun melalui perbankan penyalur KUR pada tahun ini untuk mendukung pembiayaan pelaku UMKM. "Kita berharap ini bisa diakses dari seluruh pelosok Indonesia," katanya pula. Dia menilai pelaksanaan KUR masih perlu dioptimalkan, terutama dari sisi pelayanan, sosialisasi, pemanfaatan, dan pengawalan agar pembiayaan itu menghadirkan manfaat maksimal bagi pelaku UMKM. Ia menjelaskan pula bahwa penguatan koperasi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat berjalan berdampingan dengan koperasi yang telah lebih dahulu berkembang di masyarakat. Komitmen Pembangunan dan Ketahanan Nasional Ia menjelaskan, koperasi yang sudah ada memiliki pengalaman dan sebagian telah berkembang dengan berbagai unit usaha, termasuk supermarket, minimarket, dan koperasi simpan pinjam. "Kita berharap kehadiran Koperasi Merah Putih juga bisa bersandingan, bisa bersama-sama dengan koperasi yang sudah lahir dari lama," katanya. Dia juga mendorong penguatan kawasan industri agar menghadirkan manfaat lebih luas dengan melibatkan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok industri. Ia mencontohkan keberadaan industri kendaraan listrik BYD di Indonesia yang dinilai dapat membuka peluang bagi usaha kecil untuk memasok kebutuhan industri, seperti mur dan baut. Ia menjelaskan, keterlibatan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok industri penting agar pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan sektor industri, tetapi juga menghadirkan manfaat kepada masyarakat hingga tingkat bawah. "Kita berharap ini menjadi konsep pembangunan yang memang menjadi sebuah capaian yang positif dan itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sampai ke tingkat paling kecil," kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Banyumas dan Cilacap itu pula. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Tirani Totalitas