Polresta Samarinda Ungkap 56 Kasus Narkoba, 74 Tersangka Diamankan

Polresta Samarinda Ungkap 56 Kasus Narkoba, 74 Tersangka Diamankan

Polresta Samarinda mengungkap 56 kasus narkoba selama Operasi Antik Mahakam 2026, dengan 74 tersangka ditangkap dan...

Polresta Samarinda telah berhasil mengungkap 56 kasus penyalahgunaan narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026, yang berlangsung selama 21 hari dari 10 hingga 30 Juli 2026. Dalam operasi ini, pihak kepolisian juga mengamankan 74 orang tersangka yang terlibat dalam berbagai kasus narkoba. Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar, mengungkapkan bahwa Operasi Antik Mahakam merupakan upaya penegakan hukum yang fokus pada penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Samarinda. Selama periode operasi, Polresta Samarinda mencatat pengungkapan 56 laporan polisi terkait tindak pidana narkotika, yang menjadi jumlah tertinggi di antara seluruh satuan kewilayahan di Polda Kalimantan Timur. Hendri menyatakan bahwa pengungkapan ini menunjukkan kinerja yang baik dari pihak kepolisian setempat. Dari total 56 kasus yang terungkap, 27 di antaranya ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Samarinda, sedangkan 29 kasus lainnya diungkap oleh tujuh Polsek dan Unit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik di antara berbagai unit kepolisian dalam penanganan kasus narkoba. Pihak kepolisian juga menyita berbagai jenis barang bukti, termasuk sabu seberat 346,31 gram, ganja 9,18 gram, dan sejumlah pil serta tembakau sintetis. Rincian pengungkapan di tingkat Polsek menunjukkan bahwa beberapa kawasan, seperti Pelabuhan Samarinda dan Sungai Kunjang, menjadi titik rawan peredaran narkoba. Total nilai ekonomi dari barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp982 juta. Hendri menambahkan bahwa penyitaan tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 2.000 warga dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Upaya ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat Kota Samarinda. Sumber Detik.com

Tirani Totalitas