Prabowo Cerita Permintaan Presiden Korsel untuk Buka Dialog dengan Korut

Prabowo Cerita Permintaan Presiden Korsel untuk Buka Dialog dengan Korut

Prabowo Subianto mengungkapkan permintaan Presiden Korsel untuk membuka dialog dengan Korut, menegaskan posisi netral...

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan pernah memintanya untuk membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara. Permintaan ini, menurut Prabowo, mencerminkan kepercayaan dunia terhadap politik luar negeri Indonesia yang selalu bebas dan aktif. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberi pengarahan kepada para pengusaha Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak berpihak pada kekuatan besar manapun. "Jadi itu yang kita warisi, non-alignment. Sehingga saya ke mana-mana saya tegaskan Indonesia, we are neutral. Kita hormati semua kekuatan," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa Indonesia selalu menjaga hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara tetangga. "Kita baik sama Amerika Serikat, tapi kita baik juga sama Tiongkok. Kita juga baik sama Rusia, Jepang, India, dan Australia," ungkapnya. Prabowo juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Seoul, di mana Presiden Korsel meminta kesediannya untuk berkunjung ke Korea Utara guna membuka ruang dialog. "Saudara-saudara, ini yang juga membuat kita bisa diterima di mana-mana," katanya. Menanggapi permintaan tersebut, Prabowo menyatakan kesiapan untuk berkunjung ke Korea Utara. "Wah, saya bilang, 'Oh saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat'," ujarnya. Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Prinsip ini dipegang teguh oleh Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri. "Demikian Saudara-saudara, ya. Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh. Di Myanmar pun kita pegang teguh itu. Kita bisa diterima oleh hampir semua pihak," tutupnya. Sumber Detik.com

Tirani Totalitas