Prabowo Sebut 1.000 Km Irigasi Terbangun dan Hampir 4.000 Jembatan Desa Dibangun

Prabowo Sebut 1.000 Km Irigasi Terbangun dan Hampir 4.000 Jembatan Desa Dibangun

JAKARTA, 18 SEPTEMBER 2026 — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah telah membangun lebih dari 1.000 kilometer...

JAKARTA, 18 SEPTEMBER 2026 — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah telah membangun lebih dari 1.000 kilometer jaringan irigasi serta hampir 4.000 jembatan di desa dalam kurun kurang dari dua tahun pemerintahannya. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat, terutama konektivitas desa dan sektor pangan. Prabowo menyampaikan capaian tersebut dalam sambutannya pada HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (18/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyebut pembangunan jaringan irigasi telah melampaui 1.000 kilometer. “1.000 kilometer lebih irigasi terbangun,” ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan melalui YouTube PAN TV. Selain pembangunan irigasi, Prabowo menyatakan pemerintah telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun. Infrastruktur irigasi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung aktivitas pertanian karena berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi air menuju lahan produksi. Hampir 4.000 Jembatan Desa Pada sektor konektivitas, Prabowo menyebut hampir 4.000 jembatan telah dibangun di berbagai desa. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 5.000 jembatan hingga akhir 2026. “Kita sudah membangun hampir 4.000 jembatan, sampai akhir tahun 5.000 jembatan di desa,” kata Prabowo. Pembangunan jembatan desa diarahkan untuk memperkuat akses antarkawasan di tingkat lokal. Keberadaan infrastruktur penghubung tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju pusat pelayanan, kegiatan ekonomi, serta pergerakan barang dan hasil produksi dari wilayah desa. Dengan target 5.000 jembatan hingga akhir tahun, pemerintah masih perlu menyelesaikan lebih dari 1.000 jembatan tambahan dibandingkan capaian hampir 4.000 unit yang disampaikan Prabowo. Perluas Akses Digital Sekolah Selain infrastruktur fisik, Prabowo juga menyampaikan program penyediaan layar digital pintar untuk sekolah. Ia menyebut pemerintah telah mengirim 228 layar digital pintar dan berencana menambah jumlah perangkat tersebut hingga mendekati 300.000 unit pada tahun ini. Menurut Prabowo, penyediaan perangkat digital tersebut ditujukan agar sekolah, termasuk pesantren, memiliki fasilitas pembelajaran yang dapat memperluas akses siswa terhadap sumber pengetahuan. “Tahun ini kita akan tambah mungkin mendekati 300 ribu lagi. Tiap sekolah Indonesia termasuk di pesantren-pesantren akan memiliki 4 ruang kelas dengan layar digital sehingga anak-anak kita akan punya akses terhadap ilmu pengetahuan dari seluruh dunia,” ujarnya. Program pembangunan irigasi, jembatan desa, dan penyediaan fasilitas pembelajaran digital tersebut menyasar kebutuhan yang berbeda tetapi berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Irigasi menopang aktivitas pertanian dan produksi pangan, jembatan memperkuat konektivitas wilayah desa, sedangkan perangkat digital diarahkan untuk memperluas akses pembelajaran di sekolah. Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan desa mencapai 5.000 unit hingga akhir 2026, sementara penambahan layar digital pintar akan terus dilakukan untuk memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Tirani Totalitas