Ptdi-koharmatau Sinergi Pemeliharaan Pesawat-helikopter TNI AU
BANDUNG, 22 SEPTEMBER 2026 — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara...
BANDUNG, 22 SEPTEMBER 2026 — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara (Koharmatau) memperkuat sinergi strategis dalam mendukung pemeliharaan (maintenance) serta pengadaan suku cadang alutsista pesawat terbang dan helikopter milik TNI Angkatan Udara (TNI AU). Berdasarkan keterangan perusahaan di Bandung, Minggu, penguatan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pendayagunaan Sumber Daya dan Pemanfaatan Fasilitas Pemeliharaan Pesawat Terbang/Helikopter oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Komandan Koharmatau Marsekal Muda TNI Rudolf P Buulolo. Langkah ini juga ditindaklanjuti secara konkret melalui penandatanganan dokumen Side Letter yang mencakup kerja sama pengadaan suku cadang dan pemeliharaan perawatan (Harwat) armada pesawat CN235 milik TNI AU. Melalui kesepakatan itu, Koharmatau menghadirkan dukungan berupa penyediaan personel, peralatan, fasilitas, hingga Ground Support Equipment (GSE). Di sisi lain, PTDI menyiagakan personel teknis serta dukungan pemeliharaan penuh untuk menjamin kesiapan operasional alutsista udara nasional. Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menjamin bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen industri pertahanan dalam menghadirkan dukungan purnajual secara berkelanjutan bagi armada buatan PTDI yang dioperasikan TNI AU. Kesiapsiagaan Personel dan Bakti Lapangan Ia menjelaskan, kerja sama ini menjadi hal penting untuk menjamin kemampuan armada tetap terjaga dan memenuhi Optimum Essential Force TNI AU. "Bagi kami, kerja sama ini juga merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung kebutuhan pemeliharaan alutsista TNI AU, melalui kemampuan teknis sumber daya manusia, serta fasilitas yang dimiliki masing-masing pihak, diharapkan kegiatan pemeliharaan dapat dijalankan secara lebih terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan," kata Gita. Sementara itu, Komandan Koharmatau Marsekal Muda TNI Rudolf P Buulolo menilai pengintegrasian kapabilitas industri dan militer ini menjadi pijakan penting untuk membangun kemandirian pemeliharaan alutsista secara berdikari. "Saya memandang bahwa kerja sama ini memiliki arti penting, bukan hanya dalam mendukung pelaksanaan pemeliharaan, tetapi juga dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia, memperkuat transfer pengetahuan dan pengalaman, serta membangun kemampuan pemeliharaan yang semakin mandiri dan berkelanjutan," tutur Rudolf. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas