Studi Ungkap Manfaat Membaca bagi Otak dan Suasana Hati
JAKARTA, 23 SEPTEMBER 2026 — Aktivitas membaca buku untuk kesenangan terbukti berkaitan erat dengan peningkatan kemampuan...
JAKARTA, 23 SEPTEMBER 2026 — Aktivitas membaca buku untuk kesenangan terbukti berkaitan erat dengan peningkatan kemampuan kognitif, kesehatan mental, serta kualitas hubungan sosial seseorang, menurut tinjauan penelitian yang diterbitkan oleh Cambridge University Press. Dikutip dari laporan Real Simple pada Selasa, tinjauan ilmiah itu menggabungkan serangkaian studi dan survei jangka panjang untuk melihat dampak kebiasaan membaca terhadap kesehatan serta kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Hasil riset menunjukkan bahwa kebiasaan membaca menunjang kemampuan berbahasa dan matematika yang lebih baik. Pada anak-anak, rutinitas ini terbukti menstimulasi perkembangan area otak yang berkaitan dengan bahasa, penalaran, serta regulasi emosi. Manfaat kognitif itu berlanjut hingga usia dewasa. Aktivitas membaca dan stimulasi mental lainnya terbukti memperlambat laju kemerosotan daya ingat dan fungsi berpikir seiring penuaan. Kesiapsiagaan Personel dan Bakti Lapangan Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa individu yang membaca minimal sekali dalam sepekan memiliki risiko penurunan fungsi kognitif yang jauh lebih rendah dalam pemantauan selama lebih dari satu dekade. Riset lain juga mengaitkan kebiasaan ini dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer hingga sekitar sepertiga. Terkait kesehatan emosional, studi terhadap lebih dari 10.000 remaja menemukan bahwa mereka yang terbiasa membaca sejak usia dini memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih rendah. Bahkan, aktivitas membaca selama enam menit saja terbukti mampu meredakan stres hingga 68 persen. Dari dimensi sosial, membaca dinilai mampu menumbuhkan rasa empati. Riset mencatat kebiasaan membaca sekitar 30 menit per pekan berkaitan dengan peningkatan empati lebih dari 16 persen. Sinergi Ketahanan dan Kemanusiaan Sebanyak 50 persen responden dalam penelitian lain juga mengaku menjadi lebih toleran terhadap perbedaan pandangan. Selain itu, membaca membantu seseorang mengatasi keterasingan. Studi terhadap kelompok dewasa yang aktif di klub buku mencatat adanya peningkatan kesejahteraan emosional serta berkurangnya rasa sepi dan isolasi sosial. Temuan serupa terlihat pada kelompok dewasa muda, di mana 59 persen peserta merasa lebih terhubung dengan orang lain usai membaca, sementara 56 persen responden menyatakan aktivitas itu membantu mengikis rasa kesepian. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas