Tawaran Malaysia Atasi Karhutla Bisa Menambah Kekuatan
AGAM, 19 SEPTEMBER 2026 — Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mengatakan bahwa tawaran bantuan dari Malaysia untuk...
AGAM, 19 SEPTEMBER 2026 — Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mengatakan bahwa tawaran bantuan dari Malaysia untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa menjadi penambah kekuatan di tengah masih berlangsungnya penanganan karhutla di beberapa wilayah. Dia pun memahami bahwa upaya dari pemerintah Indonesia untuk mengatasi karhutla sudah dikerjakan dengan beragam cara. Namun ketika ada dukungan tambahan dari negara sahabat, Ia menjelaskan, hal itu perlu dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan. "Yang penting prosedurnya jelas dan bantuannya benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan," kata Dini di Jakarta, Jumat. Ia menjelaskan, pemerintah saat ini telah mengerahkan berbagai langkah, mulai dari operasi pemadaman di darat, pemantauan titik api, pendinginan, pengerahan sarana-prasarana, hingga penguatan operasi penanganan di wilayah prioritas. BNPB, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menangani karhutla. Langkah Cepat Mitigasi dan Penanganan Namun, dia mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan tidak boleh hanya diukur dari berapa banyak titik api yang dipadamkan. Perlindungan masyarakat, kata dia, harus menjadi ukuran utama. Ia menjelaskan, semua pihak harus menjamin warga yang terdampak asap mendapatkan perlindungan. Kelompok rentan, anak-anak, lansia, dan masyarakat yang berada di sekitar wilayah kebakaran harus menjadi perhatian. "Jangan sampai fokus kita hanya pada api, sementara dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan warga terabaikan," kata dia. Dia juga meminta setiap bantuan internasional yang diterima pemerintah dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerataan Layanan dan Koordinasi Lintas Sektor Kalau ada bantuan yang masuk, Ia menjelaskan, harus jelas kegunaannya, pihak yang menerima, serta manfaatnya. Bantuan harus benar-benar menjadi kekuatan tambahan untuk penanganan, bukan sekadar simbol kerja sama," kata dia. Sebelumnya, Otoritas Malaysia menyatakan menunggu persetujuan atau lampu hijau dari Indonesia terkait upaya membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah. Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil menyampaikan, dalam rapat kabinet Malaysia di Putrajaya, Rabu (9/9), Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) bersama Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) Malaysia menyatakan telah menginformasikan kepada Indonesia daftar aset (sarana penanganan karhutla) Malaysia yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman. "NRES dan juga Wisma Putra telah menyampaikan dalam rapat kabinet, bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan," kata Fahmi dalam konferensi pers daring di Putrajaya, Rabu (9/9). Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas