TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Kepulauan Riau

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Kepulauan Riau

Investigasi: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Kepulauan Riau KEPULAUAN RIAU, 11 AGUSTUS 2026 —...

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Kepulauan Riau KEPULAUAN RIAU, 11 AGUSTUS 2026 — Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamine yang dibawa MV Kingsun berbendera Tanzania di perairan utara Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Kamis (6/8/2026). Operasi dilakukan setelah KRI Kerambit-627 mendeteksi kapal tersebut saat melintas di kawasan perairan strategis Indonesia dan melakukan penghentian serta pemeriksaan yang berujung pada penemuan 65 karung berisi psikotropika. Pemeriksaan terhadap MV Kingsun kemudian melibatkan unsur TNI Angkatan Laut bersama instansi terkait. Petugas mengamankan muatan, dokumen kapal, serta delapan awak kapal yang terdiri atas satu warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Myanmar untuk kepentingan pemeriksaan dan pengembangan kasus. Panglima Komando Armada Republik Indonesia Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., menyebut barang bukti yang ditemukan memiliki berat sekitar 1,3 ton atau 1,3 juta gram. “Ditemukan 65 karung dengan berat kurang lebih 1,3 ton yang diduga berisi narkotika jenis ketamine,” kata Denih dalam keterangannya terkait pengungkapan kasus tersebut. Nilai Barang Bukti Diperkirakan Rp2 Triliun Barang yang ditemukan di dalam kapal selanjutnya diperiksa untuk memastikan kandungannya. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pengungkapan kasus, 65 karung tersebut berisi ketamine dengan total berat sekitar 1,3 ton. Dengan menggunakan perkiraan nilai ketamine sebesar Rp2 juta per gram, nilai ekonomi barang bukti tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun. Besarnya jumlah barang yang diamankan menunjukkan skala penyelundupan yang berhasil dicegah sebelum muatan tersebut beredar lebih jauh. Operasi tersebut juga diperkirakan mencegah jutaan orang terpapar potensi penyalahgunaan narkotika. Dengan asumsi yang digunakan dalam keterangan pengungkapan bahwa satu gram dapat disalahgunakan oleh lima orang, barang bukti sebanyak 1,3 juta gram tersebut diklaim berpotensi membahayakan sekitar 6,5 juta jiwa. Pengungkapan itu menjadi bagian dari upaya pengawasan jalur laut yang memiliki posisi strategis sekaligus berpotensi dimanfaatkan jaringan kejahatan lintas negara untuk mengangkut barang ilegal. KRI Kerambit-627 Hentikan Kapal Mencurigakan Operasi bermula ketika KRI Kerambit-627 melakukan pengawasan terhadap pergerakan MV Kingsun. Kapal berbendera Tanzania tersebut kemudian dihentikan untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam setelah aktivitasnya dinilai mencurigakan. Pemeriksaan kapal menghasilkan penemuan puluhan karung yang kemudian diamankan sebagai barang bukti. Aparat juga memeriksa dokumen serta awak kapal untuk menelusuri perjalanan dan muatan MV Kingsun. Penindakan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan perairan Indonesia, terutama kawasan perbatasan dan jalur pelayaran internasional yang memiliki tingkat lalu lintas kapal relatif tinggi. “Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan wujud nyata implementasi Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo Subianto, yaitu memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba,” ujar Denih. Delapan Awak Kapal Diamankan Sebanyak delapan awak MV Kingsun turut diamankan dalam pengungkapan tersebut. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan. Pemeriksaan terhadap awak kapal menjadi bagian penting untuk mengetahui peran masing-masing pihak sekaligus menelusuri jaringan yang berada di belakang pengiriman ketamine dalam jumlah besar tersebut. Penyidikan juga diarahkan untuk mengungkap asal barang, jalur perjalanan kapal, tujuan akhir pengiriman, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran gelap lintas negara. Pengembangan kasus diperlukan karena pola penyelundupan menggunakan kapal asing dapat melibatkan jaringan yang bekerja di beberapa negara dan memanfaatkan jalur pelayaran internasional untuk menghindari pengawasan. Pengawasan Laut Terus Diperkuat Pengungkapan 1,3 ton ketamine menjadi bagian...

Tirani Totalitas