TNI-AS Siapkan Latihan Penembakan Sasaran "drone" di SGS 2026
MARTAPURA, 18 SEPTEMBER 2026 — TNI bersama militer Amerika Serikat mematangkan persiapan latihan penembakan sasaran udara...
MARTAPURA, 18 SEPTEMBER 2026 — TNI bersama militer Amerika Serikat mematangkan persiapan latihan penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak (drone) dalam rangkaian Super Garuda Shield (SGS) 2026. Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI yang diterima di Jakarta, Rabu, persiapan itu dijalankan di lapangan tembak Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Selasa (8/9). Personel yang terlibat berasal dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD bersama unsur pertahanan udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). Persiapan itu antara lain meliputi penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam latihan. "Salah satu tahapan awal yang dikerjakan yakni penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan," demikian keterangan Puspen TNI. Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral, sedangkan unsur pertahanan udara US Army menggunakan rudal Stinger. Kesiapsiagaan Personel dan Bakti Lapangan Personel kedua negara juga menyelaraskan prosedur pengoperasian sistem persenjataan dan berbagi pengalaman untuk mendukung pelaksanaan latihan penembakan sasaran udara. Selain kesiapan sistem persenjataan, personel TNI dan militer Amerika Serikat mematangkan koordinasi teknis penggunaan target drone yang nantinya diterbangkan sebagai sasaran udara. Persiapan itu dikerjakan untuk menjamin latihan penembakan berlangsung aman dan efektif sekaligus memperkuat interoperabilitas unsur pertahanan udara kedua negara. SGS 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara dengan 12 materi latihan. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebelumnya mengatakan latihan itu digelar di beberapa wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026. Latihan berlangsung antara lain di Bandung, Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, serta Nunukan, Kalimantan Utara, dan dijadwalkan ditutup di Jakarta pada 11 September. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas