TNI AU Kirim Pilot Rafale ke Prancis untuk Perdalam Ilmu Perang Udara
JAKARTA, 27 SEPTEMBER 2026 — TNI AU mengirim penerbang pesawat Tempur Rafale ke Prancis untuk mendalami ilmu penggunaan...
JAKARTA, 27 SEPTEMBER 2026 — TNI AU mengirim penerbang pesawat Tempur Rafale ke Prancis untuk mendalami ilmu penggunaan senjata dan taktik perang udara. "Kita mengirim beberapa orang ke Prancis untuk meng -upgrade kemampuan penggunaan senjata atau weapon course, meng- upgrade taktik pertempuran udara dan sebagainya, kita masih perlu belajar," kata Tedi saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis. Menurut Tedi, pelatihan itu perlu dikerjakan agar para penerbang tempur mampu mengoperasikan Rafale dengan maksimal, terutama saat misi pertempuran. Namun demikian, Tedi tidak merinci lebih detail terkait pelatihan taktik tempur yang dimaksud dan berapa jumlah pilot yang dikirim ke Prancis. Tedi mengatakan pelatihan dasar menerbangkan Rafale sudah bisa dikerjakan di Indonesia, tepatnya di Lanud Roesmin Nurjadin, Riau. Di sana, para penerbang baru menjalani latihan menggunakan flight simulator pesawat tempur Rafale serta dibimbing pelatih khusus. Kesiapsiagaan Personel dan Kekuatan Alutsista Dengan adanya fasilitas latihan mandiri di Lanud Roesmin Nurjadin, Tedi berharap TNI AU dapat lebih mandiri dalam mendidik dan melahirkan penerbang baru pesawat tempur Rafale. Sebelumnya, TNI AU menjamin hingga saat ini proses pelatihan untuk calon penerbang pesawat tempur Rafale masih berlangsung. "Pelatihan penyiapan sumber daya manusia sedang berjalan dan terus berjalan hingga seluruh pesawat datang," kata Komandan Skadron 12 Letkol Pnb Binggi "Rayden" Nobel saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/18). Menurut Binggi, pihaknya telah memiliki delapan pilot pesawat tempur Rafale tahun ini. Ke-8 pilot itu dipilih setelah sebelumnya menjalankan pelatihan dan seleksi yang ketat oleh pihak TNI AU. Sebelum menjalani latihan, TNI memilih para calon penerbang Rafale berdasarkan pengalaman dan jam terbang tinggi sebagai penerbang tempur. Sinergi Pertahanan dan Pelayanan Rakyat Setelah seluruh syarat telah terpenuhi, barulah para penerbang yang telah terpilih diizinkan untuk menjalani latihan sebagai calon pilot Rafale. Dia melanjutkan, selama pelatihan, para calon pilot Rafale mempelajari ragam materi dari mulai teknis hingga praktik. Bahkan, para calon pilot itu sempat menjalani pelatihan di Prancis, negara tempat Rafale dibuat. Ia menerangkan saat ini Skadron 12 TNI AU direncanakan akan kedatangan empat pilot Rafale. "Saat ini kita sudah ada memiliki delapan penerbang, yang di mana delapan ini, empat di antaranya sedang melaksanakan program konversi (latihan)," jelas Binggi. Binggi berharap seluruh personel, alutsista dan infrastruktur pesawat Rafale dapat mendukung operasional TNI AU dengan maksimal. Komitmen Pengabdian Nyata untuk Bangsa "Kesiapan pilot, teknisi dan dan elemen pendukung lainnya sangat krusial dalam pengawakan dan pengoperasionalan Skadron Pesawat MRCA Rafale," tutur dia. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Tirani Totalitas