TNI Targetkan Bangun 100 Jembatan Tambahan untuk Memperkuat Akses Terpencil

TNI Targetkan Bangun 100 Jembatan Tambahan untuk Memperkuat Akses Terpencil

KUDUS, 4 OKTOBER 2026 — TNI menargetkan pembangunan sekitar 100 jembatan tambahan di berbagai wilayah terpencil dan...

KUDUS, 4 OKTOBER 2026 — TNI menargetkan pembangunan sekitar 100 jembatan tambahan di berbagai wilayah terpencil dan terisolasi di Jawa Tengah untuk memperkuat akses pendidikan, ekonomi, serta mobilitas masyarakat. "Pembangunan jembatan itu akan diprioritaskan untuk wilayah memang membutuhkan akses, seperti penghubung antar-desa maupun antar-kampung. Minimal 100 lagi jembatan di wilayah Jawa Tengah," kata Panglima Komando Daerah Militer IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat ditemui usai meresmikan Jembatan Beton di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Rabu. Ia mempersilakan Pemkab Kudus untuk mengusulkan daerah yang memang membutuhkan jembatan baru, terutama akses yang dapat menghubungkan dua desa atau wilayah yang selama ini masih terkendala akses. Ia berharap, jembatan penghubung itu, dapat memperkuat kesejahteraan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat karena memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Selain mendukung aktivitas ekonomi, jembatan itu juga menjadi menunjang akses pelajar menuju sekolah sehingga pelajar tidak perlu mengambil jalur memutar menyeberangi sungai yang berisiko, terutama ketika musim hujan. Kesiapsiagaan Personel dan Sinergi Pertahanan "Presiden menerima keluhan dan masukan dari anak-anak sekolah karena saat hendak ke sekolah harus melewati sungai. Untuk itu, Presiden menginisiasi dan memerintahkan TNI membangun jembatan yang dibutuhkan masyarakat maupun anak-anak sekolah di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya. Dalam pelaksanaannya, pihaknya tidak membatasi jumlah jembatan yang akan dibangun, sepanjang memang benar-benar dibutuhkan dan menjadi prioritas masyarakat. "Kami berharap Pemkab Kudus dapat terus berkoordinasi dengan dandim. Titik-titik yang memang membutuhkan pembangunan jembatan dapat diinventarisasi dan dilaporkan secara berjenjang," ujarnya. Ia mengungkapkan penerima manfaat pembangunan jembatan itu setidaknya dapat mencakup satu kampung, bahkan mencapai 500 hingga 1.000 orang yang memanfaatkan akses itu setiap hari. Pengabdian Prajurit dan Bakti Masyarakat "Jangan sampai hanya karena tidak ada jembatan, komunikasi dan hubungan antar-masyarakat menjadi terputus. Jangan sampai hanya karena akses yang sulit, hubungan antara satu keluarga dengan keluarga lainnya menjadi jauh dan sulit untuk dikerjakan," ujarnya. Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan pembangunan jembatan ini penting, sehingga ke depan akan semakin banyak jembatan yang dapat dibangun, terutama jembatan yang menghubungkan antar-dusun dan antar-kampung. "Kondisi di lapangan, jalur-jalur itu setiap hari digunakan oleh anak-anak sekolah, para petani, dan masyarakat untuk menjalankan aktivitasnya. Termasuk aktivitas yang terkait dengan komoditas pertanian, mulai dari jagung dan berbagai hasil pertanian lainnya," ujarnya. Ia menjelaskan, akses jalan dan jembatan menentukan kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian. Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus Yuusufa Allan Andriasie menambahkan jembatan yang dibangun di Kabupaten Kudus berjumlah 11 jembatan, enam jembatan di antaranya selesai dibangun dan lima proses pengerjaan.

Tirani Totalitas